SEARCH

Memuat...

DAFTAR HALAMAN

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

A. DEFINISI PERTUMBUHAN EKONOMI
Pengertian pertumbuhan ekonomi harus dibedakan dengan pembangunan ekonomi. Dalam makalah pertumbuhan ekonomi ini, penulis ingin menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari pembangunan ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya output agregat per kapita.
Menurut Boediono : Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita yang terus-menerus dalam jangka panjang.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

B. INDIKATOR PENGHITUNGAN TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI
• Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto)
• Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto)

Dalam praktek angka, PNB kurang lazim dipakai, yang lebih populer dipakai adalah PDB, karena angka PDB hanya melihat batas wilayah,terbatas pada negara yang bersangkutan.

C. CARA MENGUKUR PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) tahun yang sedang berjalan dengan GNP tahun sebelumnya.


D. PERBEDAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI
• Pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur perekonomian.
• Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan

E. PERSAMAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI
• Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi.
• Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita.
• Kedua-duanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat.
• Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat.

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI
1. Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2. Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4. Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5. Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

G. PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
Berbeda dengan kondisi di awal tahun 2009, dipenghujung tahun 2009 telah muncul berbagai optimisme mengenai ekonomi dunia umumnya dan ekonomi Indonesia khususnya. Berbagai indikator ekonomi makro telah mulai menunjukkan adanya perbaikan dari ekonomi di negara besar dunia seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Demikian juga mulai terlihat indikator pulihnya sektor manufaktur di Cina dan India yang menunjukkan pasar ekspor dunia mulai bangkit kembali.
Ekonomi dunia juga dimotori oleh Cina terus menggeliat. Satu-persatu negara maju mulai keluar dari resesi ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai positif seperti Amerika Serikat dan beberapa negara besar di Eropa. Dengan demikan, pasar ekspor mulai tumbuh kembali dan memberikan peluang bagi Indonesia untuk memicu kembali ekspornya.
Demikian juga di Indonesia, ternyata selama tahun 2009 ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi dari perkiraan semula. Diawal tahun banyak pihak meramalkan tahun 2009 ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sekitar 3% - 3,5%, namun kenyataannya sampai bulan November 2009 ekonomi Indonesia bisa tumbuh sampai 4,2%.
Demikian juga indikator lainnya seperti inflasi yang mencapai tingkat terendah selama sepuluh tahun terakhir yaitu sampai bulan November inflasi hanya mencapai 2,7% (yoy). Kurs rupiah juga kini mulai stabil bahkan ada kecenderungan masih terus menguat pada level sekitar Rp. 9.400 per US dollar.
Namun tahun 2010 bukan tanpa tantangan bagi ekonomi Indonesia. Dari faktor eksternal, pemberlakuan pasar bebas antara ASEAN dan CINA atau ASEAN-China Free Trade Agreements (AC-FTA) yang mulai diberlakukan Januari 2010 telah mengancam kelangsungan hidup berbagai sektor industri manufaktur di Indonesia yang bahkan sebelum AC-FTA berlaku telah mengalami kesulitan untuk bersaing dengan produk Cina.
Demikian juga masalah keterbatasan infrastruktur yang belum bisa terpecahkan seperti kondisi jalan raya dan pasokan listrik, diperkirakan bisa menghambat laju investasi yang diharapkan akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi ditahun 2010. Belum lagi kondisi politik yang memanas karena kasus Bank Century, yang apabila berlarut-larut juga akan mengganggu kinerja Pemerintah dalam membangun perekonomian.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan juga tidak merata, misalnya sektor manufaktur masih relatif lambat untuk bangkit kembali karena kondisi pabrik yang memerlukan restrukturisasi setelah sekian lama tidak ada investasi untuk meremajakan fasilitas produksi yang sudah tua.
Namun di luar itu, hampir semua pihak sepakat bahwa ekonomi Indonesia pada posisi yang menguntungkan untuk bisa tumbuh lebih pesat pada tahun 2010. Bukan hanya Pemerintah dan Bank Indonesia yang menunjukkan optimisme dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun 2010 yaitu sekitar 5 sampai 5.5 %, namun berbagai lembaga keuangan dunia juga menunjukkan ramalan yang lebih positif tehadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. World Bank dalam laporannya mengenai ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2009, meramalkan pada tahun 2010 ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,6%, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang telah meningkat kembali semejak kwartal ke-IV tahun 2009, yang ditandai dengan meningkanya kembali ekspor Indonesia.
Walaupun lebih rendah dari perkiraan Pemerintah, IMF memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih tinggi dari tahun 2009 yaitu sebesar 4,8% tahun 2010. Prediksi dari IMF mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini memang cenderung lebih kecil dibandingkan prediksi lembaga lain.

H. GAMBARAN UMUM EKONOMI INDONESIA TAHUN 2009
Setelah mengalami gejolak yang cukup tajam pada tahun 2008, perekonomian pada tahun 2009 relatif stabil. Suku bunga BI telah turun sampai 6,50% jauh dibawah tingkat suku bunga yang berlaku pada tahun 2008 dan juga pada tahun 2007.
Nilai tukar rupiah juga mulai stabil. Pada akhir 2009, rupiah telah menguat kembali dan berada pada level Rp. 9400 per US dollar atau sama dengan level pada tahun 2007. Demikian juga harga BBM kembali turun menjadi Rp. 4500 per liter.
Dengan tingkat harga berbagai komoditi yang kembali melemah pada tahun 2009 setelah mencapai puncaknya pada tahun 2008, maka inflasi cenderung rendah. Pada tahun 2009 inflasi hanya mencapai 2,78% atau merupakan tingkat inflasi terendah dalam sepuluh tahun terakhir ini.
Dengan makro ekonomi yang relatif stabil, perekonomian Indonesia kembali tumbuh walaupun belum mampu mencapai tingkat pertumbuhan seperti pada dua tahun sebelumnya. Namun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,2% yang dicapai sampai bulan November tahun 2009, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh melebihi perkiraan semula yang hanya diprediksi tumbuh sekitar 3,5% oleh lembaga intenasional. Pertumbuhan itu juga jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara tetangga di kawasan ASEAN lainnya, seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2009 terutama didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah masing-masing 4,7% dan 10,2%. Sementara ekspor dan impor mengalami penurunan. Ekspor mengalami penurunan sebesar 8,2% dan impor sebesar 18,3%
Pertumbuhan PDB Indonesia masih bisa tumbuh positif walaupun ekspor menurun karena peranan pengeluaran sektor konsumsi yang besar dalam ekonomi Indonesia. Pada tahun 2009 peran konsumsi rumah tangga terhadap PDB mencapai 58% sedangkan ekspor hanya 23,5%, sehingga ketika pasar ekspor melemah akibat sedangkrisis finansial yang sedang dihadapi negara besar yang menjadi tujuan ekspor utama Indonesia, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh dengan mengandalkan pasar domestik.




I. TANTANGAN EKONOMI TAHUN 2010
Pemulihan ekonomi dunia yang mulai berlangsung diberbagai negara baik negara maju maupun berkembang, telah membawa optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia pada tahun 2010 yang bisa tumbuh lebih pesat. Namun demikian untuk bisa merealisasikan harapan tersebut masih banyak tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2010 yang apabila tidak ditangani dengan benar akan menyebabkan tersendatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti yang diharapkan.

J. PROSPEK EKONOMI INDONESIA TAHUN 2010
Dengan mulai pulihnya ekonomi dunia semenjak akhir 2009, maka Indonesia yang telah mampu bertahan selama krisis finansial global, diperkirakan bisa memberikan manfaat.
Kepala Ekonom Bank Dunia William Wallace memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010 akan mencapai 5,6%, dengan syarat ada pertumbuhan konsumsi yang stabil serta pemulihan investasi mesin dan sarana pendukung. Menurut World Bank, pendorong utama pertumbuhan ekonomi 2010 diperkirakan berasal dari permintaan dalam negeri (domestik) didukung pemulihan di sektor eksternal.
Pada 2010, volume ekspor Indonesia juga diprediksi naik ke tingkat sebelum krisis karena dunia pulih secara bertahap dan ada kenaikan harga komoditas. Namun impor diperkirakan lebih cepat pulih dibanding ekspor karena ekonomi domestik tumbuh cepat daripada di negara tujuan ekspor Indonesia dan juga produksi barang ekspor.
Proyeksi Bank Dunia ini tidak jauh berbeda dengan target Pemerintah yang mengusung pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% tahun 2010. Sementara itu Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5% - 5,5% pada tahun 2010. Sebelumnya BI telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2009 pada kisaran 4,0% - 4,5% atau lebih baik dari perkiraan semula, yang cuma 3,5% - 4%. Dan ternyata apa yang diramalkan BI kurang lebih tercapai. BI juga sejalan dengan pendapat Menteri Keuangan, memperkirakan inflasi bakal melonjak menjadi kurang lebih 1% - 5% pada tahun 2010.
Walaupun semua pihak optimis namun kebanyakan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia peningkatannya hanya moderat saja. Masih lemahnya sektor manufaktur merupakan salah satu alasan bahwa pertumbuhan ekonomi masih belum bisa melesat seperti Cina atau India, karena tantangan untuk sektor manufaktur dipasar ekspor masih cukup berat.
Namun menurut pandangan Data Consult, dengan pulihnya pasar ekspor dan masih tingginya harga komoditi primer, maka ekspor Indonesia akan terus meningkat melanjutkan peningkatan selama kwartal terakhir tahun 2009. Dengan mengacu pada tren pertumbuhan tiga bulan terakhir diperkirakan selama tahun 2010, ekspor bisa meningkat 15%-20% dibanding tahun 2009. Demikian juga impor akan meningkat lebih pesat karena sebagian bahan baku untuk barang ekspor berasal dari impor. Demikian juga investor asing akan makin banyak lagi masuk ke Indonesia mengingat Indonesia memiliki peluang ekonomi yang lebih baik dibandingkan negara berkembang lainnya.
Sementara itu daya beli masyarakat diperkirakan masih tetap tinggi. Dengan suku bunga yang rendah dan nilai tukar Rupiah yang stabil dan kuat maka pasar domestik masih bisa tumbuh lebih baik sehingga PDB dari sektor domestik bisa meningkat lebih tinggi dibanding tahun 2009. Dengan demikian pada tahun 2010 ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh antara 6% - 7%. Apalagi kalau berbagai hambatan seperti masalah infrastruktur, suku bunga yang tinggi, daya saing yang rendah dari sektor manufaktur bisa diatasi, maka sektor ini akan memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan PDB tahun 2010.

1 komentar:

Universitas Islam Indonesia

Thanks for providing such a great article, it was excellent and very informative.
as a first time visitor to your blog I am very impressed.
I found a lot of informative stuff in your article. Keep it up. Thank you.
I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

twitter : @profiluii

Poskan Komentar